Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Rabu, 10 Maret 2010

    Orang Bodoh yang Bijak

    Penampilan Steve Wilshire tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Bocah negro yang kini berumur 14 tahun itu biasanya memakai T-shirt yang dipadukan dengan celana panjang lengkap dengan topi merahnya. Siapa sangka, ia adalah satu dari sekitar 25 ‘savant’ yang ada di dunia.

    Steve Wilshire merupakan anak dengan keterbelakangan mental, atau yang biasa kita sebut dengan autis. Namun, satu hal luar biasa yang ada dalam dirinya adalah kemampuannya melukis apa yang ia lihat sesuai dengan gambar asliinya. Amat, sangat akurat. Contohnya, ketika ia menggambar sebuah gedung dengan jendela yang jumlahnya 145 buah, ia menggambarkan setiap detail gedung hingga jumlah jendelanya!!! Anehnya, Steve tidak mengerti cara berhitung, bahkan tidak mengerti angka. Pada abad pertengahan, orang-orang seperti Steve disebut “idiot savant”, yang artinya ‘orang bodoh yang bijak’.

    Kemampuan luar biasa Steve dimulai saat ia dinyatakan autis saat berusia 3 tahun. Ia tidak dapat berkomunikasi layaknya anak normal. Ia hanya menatap dengan pandangan kosong atau memalingkan wajahnya dari orang yang mengajaknya berbicara. Setelah menjalani berbagai terapi dari dokter-dokter ahli, ia akhirnya dapat berkomunikasi meskipun masih terbatas. Memang secara fisik, Steve adalah anak berumur 14 tahun. Tetapi secara mental, Steve tak lebih dari seorang bocah berusia 6 tahun.

    Para ‘idiot savant’ biasanya memiliki keterbelakangan dalam hal komunikasi, karena adanya kerusakan di bagian otak kiri bagian tengah yang berfungsi antara lain mengatur bahasa dan pikiran logis. Namun ternyata, kerusakan itu justru merangsang perkembangan otak kiri bagian belakang yang berkaitan dengan seni dan matematika. Maka tidak mengherankan jika Steve memiliki kelebihan ini.

    Ia pernah bertemu dengan Dustin Hoffman saat Dustin melakukan observsi untuk film ‘Rain Man’. Saat itu, Steve berusia 11 tahun dan sangat mengagumi Dustin. “He’s a very good man,” kata Steve dengan mata menerawang saat diwawancarai oleh BBC Knowledge. Menurut salah satu ahli psikologi, yang ada di dalam pikiran Steve adalah gambaran tanpa ‘editan’. Sesungguhnya semua manusia memiliki kemampuan seperti itu, tetapi kita tidak dapat mengakses semua hal yang kita lihat, karena adanya pikiran logis yang secara otomatis membedakan penglihatan ‘sadar’ dengan penglihatan ‘tidak sadar’. Hal itu tidak terjadi pada Steve, karena bagian yang mengatur pikiran logis dalam otaknya tidak berfungsi. (adelia, TKS SMPN 2)

    FORKAPMI