Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Breaking News

    Rabu, 12 Mei 2010

    Pahami Remaja, Bentuk Generasi Baja!!!

    SMK Negeri 3 Bandar Lampung, satu sekolah di area Teluk Betung Utara, daerah teritorial Regional Dakwah Sekolah (RDS) 3, pada Ahad kemarin, 9 Mei 2010 menjadi tempat terselenggaranya training spesial untuk para Tim Kerja Dakwah Sekolah atau TKS se-Bandar Lampung. Disanalah diadakan Training Psikologi Remaja dari pagi hingga adzan Dzuhur berkumandang.

    Para punggawa Departemen Training FKAR merancang training ini untuk memberikan pemahaman bagi TKS tentang bagaimana psikologi remaja serta teknik yang tepat untuk menghadapi segala dinamika yang TKS alami dengan para remaja, khususnya ROHIS, sehingga dengan tepat pula TKS bisa mengarahkan remaja menjadi pendukung kebaikan/dakwah. Departemen Training FKAR bekerjasama dengan Lampung Family Centre (LFC), sebuah organisasi yang fokus utamanya tentang keluarga ?dan remaja termasuk di dalamnya?, menghadirkan Ibu Wulan Irodatiah, S.Psi., Psi serta Ibu Damayanti, S.Pd. sebagai trainer acara ini.

    Training dibuka oleh Ketua Umum FKAR, Arif Budiman, S.T. dan segera disambung dengan tepukan dan yel-yel peserta yang dipandu oleh Ketua Departemen Training, Muhammad Arif Fajrun. Trainer utama pun segera mengisi
    training hari itu. Kedua orang umahat, berduet mengawal perjalanan training. Mereka dengan apik saling sambung-menyambung memaparkan apa yang dimaksud dengan remaja dan segala seluk-beluknya. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana komunikasi yang efektif yang harus dimiliki seorang TKS. Satu sesi workshop digelar untuk mempertajam pemahaman tentang komunikasi efektif. Antusias dan penuh semangat para peserta menjalaninya. Sebanyak 14 ikhwan dan 45 akhwat menghidupkan aula SMK N 3 dengan tiap pertanyaan, tanggapan, juga sedikit tawa canda di sela-selanya. Sesi studi kasus makin memompa semangat peserta untuk saling berbagi pertanyaan dan solusi dari kasus-kasus yang dihadirkan oleh kedua orang trainer.

    Walau peserta merasa masih banyak hal ingin didiskusikan serta masih banyak ilmu yang ingin digali dari Ibu Wulan dan Ibu Damayanti, maka waktu jualah yang membatasinya. Training harus diakhiri, tapi ilmu yang telah dicurahkan oleh kedua orang trainer Lampung Family Centre tiada boleh dibiarkan terhenti pada diri sendiri. Harus terus diaplikasikan dan dibagi. Teruslah berproses para TKS! Pahami dunia remaja dan bentuk generasi baja, yang tangguh fikri dan ruhiyahnya!

    Portal Berita FKAR

    FORKAPMI

    Dokter FKAR