Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Breaking News

    Senin, 21 Maret 2011

    Ada apa dengan hiburan Islami

    Ditengah syahdunya suasana sepertiga malam tadi dan ditengah kehangatan hidangan sahur made in istriku tercinta yang terasa begitu nikmat, anak pertamaku berkata “ bi, nyalai pipi ( TV ) yah…teteh mau nonton pipi ( TV)..” Boleh, tapi nonton MQ TV yah “ jawabku. Klik…dan layar TV pun memperlihatkan sebuah tontonan yang berbuah diskusi panjang antara aku dan istriku. Layar MQ TV sedang menayangkan “video klip islami “ yang sungguh sangat aneh dimata kami. Yang tertangkap pertama kali adalah Marshanda, artis yang sedang naik daun itu dengan klip lagunya PENGAKUAN yang menghadirkan dirinya sebagai sang penyanyi tanpa jilbab “ halah….nyanyi islami kok ngak pake jilbab,” seruku. Istriku tersenyum mendengar komentar itu dan semakin tersenyum lebar ketika lagu dilayar TV berganti dengan lagunya Ike Nurjanah dengan lagunya TUHAN dan yang ini lebih parah, dia tampil dengan busana yang terbuka di bagian dada ( pake kebaya yang belahannya cukup dalam ). “ huh …nambah ngaco “ seruku. Dan puncaknya adalah saat sang ratu ngebor INUL DARATISTA tampil di layar TV dengan lagu ASHOLATU yang salah satu liriknya mengutip ungkapan BILAL tatkala membangunkan sang Rasul yaitu ASHOLATU KHAIRUMMINANNAUM, maka lisan inipun spontan berkata “ AL NGEBORU LA KHAIRU MINNANAUM “. Duh ancurrrrrr….seru batinku.

    Fenomena seperti ini memang telah menjadi hal yang sangat menarik setiap ramadhan di Indonesia. Para artis berubah menjadi sangat religius.
    TV berlomba dengan berbagai sinetron ISLAM-ISLAMAN. Saya berani berkata Islam-islaman karena memang label islami ini sepertinya sangat berlawanan dengan isi dari sinetronnya.Satu saja contohnya, ada sebuah sinetron yang katanya Islami dengan sang pemain yang berjilbab dan rajin sholat tapi pacaran.Bukankah ini akan mendorong para penonton yang tidak memilki filter yang baik akan menangkap bahwa Islam membolehkan pacaran ? Lantas bagaimana dengan nasib ayat “ janganlah Kau dekati Zina !”. Masih banyak lagi contohnya, semisal sinetron yang berbau mistik dan musyrik yang dibungkus dengan lebel Islam dll.

    Saya jadi ingat perbincangan dengan Pak Dedy Mizwar beberapa lalu dalam sebuah perbincangan via telpon. Pak Dedy Mizwar saat itu berkata :” mas..anda pernah perhatikan ngak, siapa produser-produser sinetron-sinetron islami dan lagu-lagu islami pas ramadhan sekarang ?, maaf , lanjutnya “ mereka bukan muslim, jadi mana ngerti tentang dakwah islam ?”.Batin saya termenung saat itu dan membenarkan ucapan beliau.Saya juga jadi ingat perbincangan dengan cak Nun pada suatu waktu di Jakarta, kami saat itu berdiskusi tentang gerakan kebudayaan menuju indonesia yang bermartabat dimana beliau berkata: “ mas..anda sadar tidak, kita tuh tidak punya visi kebudayaan.Kita adalah bangsa besar yang jadi konsumen besar kebudayaan antah berantah. Apalagi kalau anda ingin mengajak saya berbincang tentang budaya Islam..jauhhhh mas…jauuuuhhhh..” dan sayapun lagi-lagi tidak mampu berkata apa-apa.

    Kebudayaan…kata ini terus terngiang diruang fikir saya.Sebagai muslim yang ada di sebuah negara yang bernama Indonesia memnag akan sangat menarik ketika menelaah tentang hal ini. Bagaimana tidak, negeri ini telah menjadi negeri bagi tiga agama yaitu Hindu, Budha dan Islam yang otomatis budaya dari tiga agama ini sangat kental mewarnai kehidupan masyarakat indonesia, belum lagi pengaruh penjajah barat dengan kristenisasi dan westernisasinya yang otomatis telah membuat pencampuran dimana-mana. Hasilnya , seorang muslim masih percaya tahayul yang berasal dari Hindu dan Budha dan berpenampilan bak artis-artis hollywood. Ini jelas adalah sebuah PR untuk umat Islam. Kita tidak bisa lagi diam melihat ini semua. Untuk itu perlu sebuah gerakan yang massif untuk mengembalikan umat ini pada aqidah yang benar.Jadikan ini sebagai sebuah agenda pertama dan utama. Jadikan Akhlak sebagai agenda berikutnya dan fiqh berikutnya lagi.Selain itu sudah saatnya pula putra dan putri muslim terbaik kita berdakwah di jalur budaya. Kita hadirkan budaya islam yang sejati, budaya yang berasal dari al Quran dan As Sunah serta para salafushalih. Hadirkan dengan bahasa dan kemasan yang membumi dan menarik hingga mata ini tidak lagi sakit karena disuguhi hiburan yang islam-islaman. Amin…

    Portal Berita FKAR

    FORKAPMI

    Dokter FKAR