Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Breaking News

    Jumat, 23 Oktober 2015

    Becanda Ala Rasululah..



    Sobat , sering mendengar perkataan, "Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati." Nah loh, kalau dengar kalimat ini kayaknya nggak akan mau bercanda atau tertawa ya, Sob. Tetapi, perkataan ini nggak bermaksud melarang kita tertawa sama sekali kok. Karena Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam pun pernah tertawa.

    Karena emang di saat tertentu kita butuh bercanda untuk merilekskan suasana supaya cair dan nggak tegang, Sob. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam juga bercanda dengan para sahabat loh. Berikut beberapa cuplikannya.

    Kisah 1.


    Saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang sahabat sedang menaiki kuda, beliau menegur, "Hai, mengapa kau naiki seekor anak kuda?" Sahabat itu pun terkejut dan menyanggah, "Bukan ya Rasulullah. Kuda saya sudah dewasa. Ini induk kuda, bukan anak kuda." Nabi tertawa. "Bagaimana mungkin? Induk kuda pun anak kuda juga bukan? Apakah anak kucing?" Sahabat itu tertawa setelah menyadari kebodohannya.

    Kisah 2.
    Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, bawalah aku?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kami akan membawamu di atas anak onta.” Laki-laki itu berkata: “Apa yang bisa aku lakukan dengan anak onta?” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Bukankah onta yang melahirkan anak onta?” (HR. Abu Dawud (4998), dan At-Tirmidzi (1991) dari Anas. Shahih Abu Dawud (4180). Beliau mencandai orang tersebut dengan menyebut ontanya dengan anak onta. Orang tersebut memahami perkataan beliau sesuai zahirnya, tetapi bukankah semua onta yang ada adalah anak-anak dari ibu onta?

    Kisah 3.
    Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: (35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. (36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah). Jadi, maksud candaan Rasulullah itu bahwa saat di surga nanti, mereka yang sudah menjadi nenek-nenek tua akan kembali muda.


    Pernah Rasulullah terlambat tiba di masjid ketika para sahabat sudah ramai berkumpul. Biasanya Rasulullah sudah berada lebih dahulu di masjid  sebelum para sahabat berdatangan. Melihat  Nabi saw muncul dipintu masjid, para sahabat langsung berdiri untuk menghormati kehadirannya. Beliau segera mencegah seraya berkata, “Janganlah kalian berdiri menyambut kedatanganku. Aku bukan raja. Aku cuma seorang hamba Allah yang makan dan minum seperti kalian juga.”

    Yep, Sob, Rasulullah juga punya manusia seperti kita. Jadi, sama seperti kita yang pernah bercanda, beliau pun juga melakukannya pada kondisi tertentu. Tujuannya untuk menceriakan suasana dan membuat hubungan antara beliau sang pemimpin dengan sahabat yang dipimpinnya tidak kaku dan tetap baik. Tetapi, candaan yang beliau keluarkan pun tidak mengandung dusta dan selalu benar.

    Yah, kalau orang serius melulu, hidup bakal tegang ya, Sob. Asal tahu  aturan dan batas alias nggak berlebihan, sah-sah saja kalau mau bercanda.

    Allahu a'lam.
    sumber Annida Online

    Portal Berita FKAR

    FORKAPMI

    Dokter FKAR