Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Breaking News

    Senin, 16 November 2015

    Obat Pelupa, Caranya?


    Mengikat ilmu dengan menulis

    Daya ingat manusia terbatas, oleh karenanya ilmu perlu diikat denga tulisan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

    قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

    “Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya”[1]

    Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

    اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

    “Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”[2]



    Imam Syafi’I rahimahullah berkata,

    الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

    فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

    Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

    Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat


    Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

    Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.[3]



    Sampai-sampai Asy-sya’bi rahimahullah berkata,

    إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

     “Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”[4]



    Ikatlah dengan amal

    Sebagian lagi mengatakan bahwa di zaman seperti sekarang ini.

    قيد العلم بالعمل

    “ikatlah ilmu dengan mengamalkannya”

    Ilmu lebih layak diikat dengan amal karena ilmu yang telah diikat dikitab-kitab telah banyak dilupakan.


    Keterangan:
    [1] Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026

    [2] HR. Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

    [3]  Diwan Syafi’I hal. 103

    [4] Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

    sumber:kesehatanmuslim.com

    Portal Berita FKAR

    FORKAPMI

    Dokter FKAR