Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Breaking News

    Jumat, 13 Oktober 2017

    Dahsyatkan Dirimu! Zero to Hero!


    Mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa!

    P

    ria ini cukup unik. Dewo panggilanya. Dari sekian teman laki-laki yang dikenalnya seumur hidup, ternyata hanya ia yang betul-betul tidak menaruh minat pada olahraga. Tak cukup sampai disitu, setiap upacara, pria ini selalu pingsan. Ditambah dengan kelemahannya di pelajaran bahasa inggris yang tidak bisa menjawab apapun ketika ditanya guru. Sehingga ia selalu dihukum disuruh jongkok dikelasnya. Ketika menginjak SMA, ia mendapat masalah baru. Ia tidak berani berdiri di depan kelas, hingga olok-olokkan selalu ia terima dari teman-temannya. Tapi setelah waktu berlalu, pria itu beranjak dewasa dan ia telah menamatkan kuliahnya dan punya usaha sendiri. Apakah kalian tahu bagaimana keadaannya sekarang?


    Ternyata pria itu sudah berubah! Benar-benar berubah! sekarang dia sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan baik. Bahkan sebelum jadi pengusaha, pria ini sempat menjadi penerjemah untuk proyek PBB, dosen untuk International Class, dan pencipta lagu dalam bahasa inggris. waaaaaw cool..

    Kalo soal tampil di publik? No Problem! Selain dosen, ternyata pria ini juga diakui sebagai No. 1 Creative Marketer in Indonesia, enterpreneur, speaker, trainer, writter,  yang cukup terkenal! (bukan keren lagi, udah 'sesuatu banget'). Tapi perlu kalian tahu nih, masyarakat itu ga kenal yang namanya Dewo, karena itu nama kecilnya. Sekarang dia dikenal sebagai Ippho Santosa.

    Mau jadi pemenang atau pecundang? Pilihan ada di tanganmu wahai ABGers...

    Kajian utama n’ pertama ini kita mau bahas pribadi yang biasa menjadi Luar biasa. Yuk kita tengok fenomena nyata diatas, udah ga heran lagi dan patut kita renungi. Kita lihat kelemahan Dewo, namun ia tidak mau berpangku tangan dalam menyandang kelemahannya itu. Ia bangkit, berusaha, memahami diri sendiri, memahami orang lain, belajar, membaca,  memanfaatkan moment dan do action now.... SE-GE-RA intinya dalam menanti perubahan nan gemilang. Kalo kita lihat, memang no body is perfect. Hanya Allah yang Maha Segalanya PERFECT. Namun, bukan berarti kita menyerah dengan keadaan, pasrah dengan kondisi, menerima kekalahan sebelum berjuang terus jadi orang pesimis n tak punya asa, tak memiliki cita-cita apalagi impian.. Bukaaan! Itu bukan kita ABGers. Kalo kata sentilan Iphho begini, PE-SI-MIS itu adalah ‘Penyakit Si Miskin’... hehe. Kita kan mau kaya, 

    kaya Dunia Akherat... kudu OPTIMIS.. aamiin ya Mujib.

    Kita adalah PEMENANG. The truly winner. Kata-kata bijak, mengingatkan kita. Setiap orang diciptakan oleh Allah dengan segala keunikannya. Allah pun yang langsung berfirman  Laqod kholaqnal innsaa nafiii ahsani taqwim (Qs. At Tiin: 4). “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Sebagai analogi, jika kita ibarat sebagai pohon pisang, jangan pernah berharap akan tumbuh menjadi pohon kelapa. Begitu sebaliknya, ketika engkau seperti pohon kelapa, jangan pernah bermimpi menjadi pohon pisang. Setiap dirimu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Yakin??? HARUS! Tinggal kita yang merencanakan, mengelola, mensiasati, mempelajari, mengamati, then... do ACTION! To change yoursefl then change the world...
    Caranya? Gampang kok. Yang memiliki kelebihan ditingkatkan, yang menyandang kelemahan, ya diperbaiki. Gitu aja kok repot.. peace V.

    Kira-kira apasih yang buat kita berbeda sama yang lain? Padahal kita sama, makan nasi..hehe. oke deh, check these out..

    Berhitung...  Mulai!

    Kalau dihitung-hitung, masing-masing waktu kita sama: 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam sehari, 7 hari sepekan dan seterusnya, kamu hitung sendirilah waktu yang kamu miliki. Namun, kata Imam Ghazali, kalau orang umumnya 60 tahun rata-rata dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam umur 60 tahun, ia telah tidur 20 tahun. Luar biasa... banyak banget tidurnya ya? Lha prestasinya mannaa .....??

    Itulah kebanyakan manusia. Apakah termasuk kita???

    Kita akui, kita orang biasa. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan de el el. Itu bukan masalah. Bagaimana di tengah keterbatasan itu kita dahsyatkan diri agar lahir prestasi tinggi. Itulah kepahlawana sejati. From zero to hero!

    Sejarah mencatat, banyak orang besar justru lahir ditengah himpitan kesulitan bukan buaian kemanjaan. Mereka besar dengan mengurangi jam tidurnya, waktu bekerja dan kesibukan mengurusi duniawi untuk memenuhi kebutuhan ukhrawi. Menyedikitkan tidur malam untuk bisa bangun malam. Sedikit canda untuk rasakan nikmatnya ibadah. Tak berlebihan dalam bergaul ‘tuk’ rasakan lezatnya iman. Menahan diri dari maksiat biar tubuhnya tetap sehat.

    Jadi, apa sih tugas cerdas kita? Pergunakan sebaik-baiknya salah satu anugerah yang selalu Allah berikan ke kita. WAKTU ! dia ga bisa ditambah, ga bisa dikurang, ga bisa dimajukan apalagi dimundurkan dan ga bisa diulang. So, Keep your times.. 

    don’t wash your times for nothing...

    Teringat dengan 3 wasiat kunci sukses dari penulis novel best seller Negeri 5 Menara. Perlu kamu coba dalam memperjuangkan impian dan targetan-targetanmu.
    1.      Man Jadda wa Jada (Siapa yang bersungguh-sungguh maka berhasil)
    2.      Man Shobaro Zafiro (Siapa yang bersabar akan beruntung)
    3.      Man Saro Darbi Ala Washola (Siapa yang berjalan di Jalur-Nya akan sampai)

    Akhirnya tiba dipenghujung pembahasan kita, from nothing to something. Optimalkan modal yang telah dikaruniakan Allah, dan jadikan setiap waktu dan kesempatan adalah momentum untuk meraih prestasi dunia akhirat. “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru”, pesan Ki Hajar Dewantara.


    Pertarungan terpanjang kita sebagai manusia adalah dengan DIRI SENDIRI. Dengan perasaan kita, dengan jiwa kita. Setiap saat, setiap waktu, kita harus menundukkan dan mengendalikan diri kita sendiri. Bahwa sesungguhnya diluar diri kita ada setan yang selalu menggoda, juga ada lingkungan dan situasi yang turut membentuk dan mempengaruhi, tetapi pada akhirnya hidup adalah PERJUANGAN menaklukkan diri sendiri....



     




                                                                                                                      [mediyo]

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Portal Berita FKAR

    FORKAPMI

    Dokter FKAR