Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Saturday, September 22, 2018

    Asal-Usul Jong Islamieten Festival (JIFEST) FKAR




    Apa itu Jong Islamieten Festival (JIFEST)?
    JIFEST adalah singkatan dari Jong Islamieten Festival yang menjadi agenda Isidental FKAR Bandar Lampung, yang dicetuskan oleh Muhammad Hadi Pranowo yang pada waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua FKAR Bandar Lampung.

    Apa yang Melatarbelakangi Pencetusan Nama Jong Islamieten Festival (JIFEST)?
    Pada beberapa tahun sebelumnya, sebelum nama JIFEST yang dipatenkan nama kegiatan isidental tahunan ini berubah-ubah. Mulai dari nama PELANGI, SPMN, Gebyar ROHIS, GLA, dll.
    Hadi berfikir  perlu satu nama yang cukup filosofis untuk bisa mewakili kegiatan pelajar muslim dan yang akan menjadi ciri khas FKAR ke depannya.

    Maka yang melatarbelakangi nama ini didapatkan ialah dari hobinya membaca buku sejarah, yang lagi hits buku sejarah masa itu ialah buku yang berjudul “Api Sejarah” karya Prof. Dr. Ahmad Mansyur Suryanegara. Dalam buku tersebut menceritakan panjang lebar tentang Jong Islamieten Bond pada kongres pemuda 2 atau sumpah pemuda. Dan saat itu saya mulai merancang dan membolak-bailkan namanya. Ujar Hadi saat memaparkan.

    Jong Islamieten Bond
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Jong Islamieten Bond (JIB, disebut juga Perhimpunan Pemuda Islam) adalah organisasi perhimpunan pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda.
    JIB didirikan tanggal 1 Januari 1925 di Batavia. Organisasi ini bukanlah organisasi politik karena tidak terlibat dalam kegiatan politik, tetapi menyelenggarakan kursus-kursus pendidikan dan mempererat persatuan bagi pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda. Anggota JIB merupakan anggota dari Jong Sumatranen Bond, Jong Java, dan organisasi pemuda lainnya.


    Berdirinya Jong Islamieten Bond
    Sam seorang anak penghulu Karanganyar adalah seorang pemuda Jawa yang berpikiran maju, ia juga anggota Jong Java yang menjadi pelajar pada Rechtsschool (Sekolah Tinggi Hukum). Pada tahun 1924 ia menjadi Ketua Umum Jong Java melalui pemilihan yang demokratis, ia memiliki pemikiran tentang tugas yang ia kerjakan dalam masyarakat bagi kepentingan bangsa. Pada umumnya azas dan tujuan organisasi pemuda terpelajar disusun dengan kalimat singkat. Menyiapkan para anggotanya menjadi pemimpin rakyat. Tentang hal ini, Sam memiliki gagasan yang berbeda yaitu : Sebagian besar bangsa Indonesia beragama Islam, setidaknya menjadi jiwa dari rakyat. Terlepas apapun agama sang pemimpin maka ia patut mengetahui agama rakyat yang dipimpin.

    Sebagai Ketua Umum Sam mengajukan usul yang sederhana : Agar dikalangan Jong Java dibuka kesempatan mempelajari agama Islam. Andaikata usul itu ditambah dengan agama-agama lain, Sam tidak akan keberatan. Ia mengusulkan agama Islam karena merupakan mayoritas. Usul ini tidak diterima bahkan ditolak mentah-mentah dengan tuduhan Sam bermain politik.
    Sam tetap merasa bahwa mempelajari agama Islam bagi pemuda Islam terpelajar adalah sangat penting. Ia menghubungi Kiai Ahmad Dahlan dan Haji Agus Salim yang kemudian merestui. Maka pada akhir tahun 1924 disebuah Sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta berbekal dengan lampu tempel, organisasi-organisasi pemuda mengadakan kongres membentuk sebuah organisasi, Jong Islamieten Bond. Meskipun secara resmi didirikan di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1925.

    Asas dan tujuan Jong Islamieten Bond

    1.      Bestudering van de Islam en bevordering van de naleving van zijn voorschriften.(Mempelajari agama Islam dan menganjurkan agar diamalkan).
    2.      Het opwekken van sympathie voor de Islam en zijn belijaers, naast positieve verdraagzaamheild voor andersdenkenden. (Menumbuhkan simpati terhadap Islam dan pengikutnya, disamping toleransi positif terhadap orang-orang yang berlainan agama).

    Azas dan tujuan itu diupayakan dengan jalan :
    1.      Menerbitkan majalah, brosur-brosur dan lain-lain penerbitan;
    2.      Mengadakan kursus, pertemuan-pertemuan dan lain-lain sebagainya;
    3.      Mengadakan exkursi dan lain kunjungan ke tempat-tempat yang berarti.

     

    Kebangkitan Jong Islamieten Bond

    Jong Islamieten Bond (JIB) didirikan oleh para pelajar yang duduk di bangku sekolah, terlepas dari umurnya. Disamping itu ada juga yang masih muda tapi tidak bersekolah. Mereka dapat digolongkan dalam arti pemuda terpelajar sehingga boleh menjadi anggota. Keanggotaan JIB tidak dibatasi oleh sekolah tapi usia, dari 14 sampai 29 tahun yang kemudian hari diperpanjang menjadi 35 tahun.

    Jong Islamieten Festival (JIFEST) di Era Sekarang
    Mengapa dipakai sekarang? Untuk meremimd pemuda zaman now bahwa ada sejarah masa lalu. Ada organisasi, pergerakan pemuda sudah dimulai puluhan tahun yakni Jong Islamieten Bond organisasi Islam pertama yang didirikan pada saat itu. Memang sudah ada organisasi NU atau Muhammadiyah, namun untuk spesialisasi pada pemuda ialah Jong Islamieten Bond. Jong Islamieten Bond adalah organisasi yang di anulir menjadi titik temu politik identitas yang pada saat itu dihembus-hembus kan oleh belanda, dan ini hadir sebagai identitas keagaamn yang menyatukan pada saat itu.
    Di organisasi ini banyak kalangan pelajar yang muncul dan ini cocok menurut saya untuk di pakai sebagai nama kegiatan Isidental untuk mengingat sejarah.

    Siapa FKAR?
    Cek sejarah FKAR di sini : Tentang FKAR

    Kami pelajar bukan dari pondok pesantren atau sekolah agama khusus kami multi suku namum kami berkumpul untuk memberikan pencerahan kepada anak sekolah itu satu misi dangn jong islmiten bond yg tidak masuk dalam salah satu politik. Murni organisasi yang khusus pada pendidikan pelajar. Salah satu organisasi yang turut kontribusi di sumpah pemuda.

    Nama ini tepat untuk dijadikan agenda kami. Bisa saja kami membuat nama festival pelajar, namun itu sudah biasa. Tapi kami ingin memberikan satu nama yang filosofis dan singkatannya kita mengambil nama yang lagi hits seperti Jakarta International Film Festival (JIFFEST).
    Maka nama JIFEST ini menurut kami tepat untuk digaungkan. Tema pertama yng diangkat ialah “Spirit dari Masa Lalu Bergerak ke Masa yang Akan Datang”.

    Organisasi ini memang khusus untuk pelajar muslim karena FKAR dan ROHIS bergerak di pelajar muslim. JIFEST Tidak menjadi skat justru menyatukan dari berbagai sumber. Perwujudan dari para pemuda yang menghargai sejarah leluhurnya di masa lalu.
    Semoga JIFEST FKAR selalu menginspirasi dan mampu mengembangkan bakat dan karya para pelajar muslim di bumi ruwa jurai. Aamiin.




    No comments:

    Post a Comment

    FORKAPMI