Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Saturday, December 22, 2018

    "Sepucuk Surat Cinta"

    Bismillah..

    Sepucuk surat pengantar untuk menerjemahkan sebuah rasa yang telah menggebu dalam jiwa. Sejak jiwa ini di izinkan bersemayam dalam rahimnya hingga mata ini di izinkan untuk melihat indahnya warna dunia. Sejak hari itupun aku berazam untuk mencintai selamanya. Tapi, aku begitu malu untuk mengungkapkan ini padamu. Dan aku pikir, mungkin ini adalah waktu yang pas untuk menunjukkan betapa aku sangat mencintaimu. Yang bertepatan hari Ibu, 22 Desember.

    Rasanya, sangat cepat waktu berlalu. Sekelibat masalalu berputar ketika aku berusaha menghadirkan kenangan demi kenangan bersama mu. Aku tidak tau pasti bagaimana ketika aku masih kecil, tapi aku sangat yakin ibu pasti begitu sabar untuk mengurus dan mengahadapi aku. Saat ini, aku sudah beranjak dewasa bu. Delapan belas tahun sudah umurku. Tapi, aku merasa masih begitu manja padamu. Aku belum bisa membahagiakanmu. Bahkan aku tidak ada bedanya dengan 10 tahun yang lalu. Terkadang, aku masih membuat mu marah saat aku bandel karena pergi kuliah tanpa sarapan. Maafkan aku bu, aku memikirkan waktu yang mengejarku untuk cepat sampai di kampus tapi mengabaikan rasa peduli dan khawatir mu padaku.

    Berjalannya waktu, aku belajar banyak kepadamu. Tentang cinta, kesabaran dan ketulusan. Semakin anak-anak mu dewasa dan menemukan jalannya masing-masing. Aku tau, ada rasa syukur dan kebahagian dalam benak mu. Tapi, aku juga tau. Terselip rasa sepi di hatimu. Saat aku memutuskan bolos kuliah, dengan wajah gembira mama bilang “alhamdulillah”. Dan aku tau ucapan itu ungkapan rasa bahagiamu karena ada yang menemani mu. Aku begitu merasa bersalah atas pengakuan itu bu. Apakah selama ini, ibu merasa begitu kesepian ? maafkan kami bu yang terlalu sibuk dengan segala aktivitas di luar sana. Maafkan kami yang mungkin melupakan hal-hal kecil untuk sekedar menanyakan kabar, menanyakan sudah makan atau belum atau bercerita disela kesibukkan kami. Maafkan aku bu yang mungkin tidak mengerti apa yang ibu inginkan.

    Bu, maafkan anak mu...
    Jika malam terasa lengkap dengan hadirnya bulan dan bintang.
    Maka hidupku akan terasa lengkap bila ada ibu disampingku.
    Bila angin selalu hadir tanpa balasan dan pamrih
    maka doa di sela sholat mu selalu mengalir untuk hidupku tanpa ku ketahui
    terimakasih atas segala cinta dan kasih sayang mu pada kami... anak-anakmu.

    Bandarlampung, 21 Desember 2015

    2 comments:

    1. Iringi langkah kami Bu, dengan doa yang langit pun bergetar karenanya. Jangan marah, karena nanti kami tak tau harus berbuat apa.

      ReplyDelete

    FORKAPMI