Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Saturday, January 12, 2019

    Agar Berdebat Tak Mengandung Dosa

    _____
    Oleh: Syukron Muchtar (Pengurus Pusat HDMI)

    Berdebat asalnya adalah perbuatan yang tidak baik, karena ia membawa banyak keburukan. Diantara keburukannya adalah apa yang di nasihatkan Nabi Sulaiman -'alaihi assalaam- kepada anaknya : 

    يَا بُنَيَّ، إِيَّاكَ وَالْمِرَاءَ، فَإِنَّ نَفْعَهُ قَلِيلٌ، وَهُوَ يُهِيجُ الْعَدَاوَةَ بَيْنَ الْإِخْوَانِ

    “Wahai anakku, tinggalkanlah mira’ (jidal/berdebat) karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.” (Syu’abul Iman: 8076 Al-Baihaqi) 

    Allah Ta'ala pun menghilangkan keberkahan pada orang-orang yang suka berdebat karena perbuatannya tersebut : 

    أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ

    “Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari no. 4523) 

    Bahkan, Baginda Nabi Muhammad -Shallallahu 'alaihi wa sallam- menjamin syurga bagi orang-orang yang menghindari dirinya dari berdebat : 

    أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا

    "Aku menjamin satu rumah di tepi syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia yang benar" (HR.Abu Dawud no.4800)

    Namun, ada kalanya berdebat tak bisa dihindari dalam kehidupan. Barangkali karena suatu perselihan yang harus dicari titik temunya melalui perdebatan, atau suatu aturan dalam fase kehidupan yang mesti ada sebuah perdebatan, seperti pilpres, pilkada, dsb. 

    Lalu, bagaimana kah caranya agar berdebat tak mengandung dosa? 

    Setidaknya ada 3 hal dasar yang perlu dilakukan agar debat tak mengandung dosa. 

    Pertama: 
    Pastikan berdebat jika mendatangkan manfaat, jika tidak maka tinggalkanlah. 

    إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكَهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

    "Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat". (HR. Tirmidzi, no. 2317)

    Kedua: 
    Berdebat jangan sampai menggunakan kalimat yang kotor, baik yang mengandung unsur buruk ataupun ejekan-ejakan yang tak layak, seperti kalimat Cerbong dan Kampret. 

    لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

    "Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang kotor perkataan nya".(HR. Tirmidzi, no. 1977) 

    Ketiga: 
    Tidak berbohong. 

    عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

    "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Syurga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’” (HR.Bukhari no. 6094) 

    Semoga bermanfaat.


    -Posted by S.A.

    No comments:

    Post a Comment

    FORKAPMI