Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Friday, October 23, 2020

    Dari Aku yang Ingin Kembali

     


     

    Teruntuk DIA Sang Pencipta


    Pada lembar halus,
    Izinkan aku mengukirmu dengan tinta hitam milikku
    Izinkan aku menyampaikan melodi rasa lewat aksara yang kupunya
    Tentang bagaimana aku mencintai Dia

    Pada Dia yang kerap kali kulukai
    Pada Dia yang masih setia padahal sering kali kubuat kecewa
    Terimakasih telah bersedia menerimaku yang penuh dusta

    Pada diri yang tak tau belas kasih
    Pada raga serta jiwa yang terlampau melebihi batas yang dicipta
    Berterimakasihlah pada Dia yang masih mau mengikat benang merah menjadi simpul yang
    dulu pernah ku lepas

    Bebas yang dulu pernah kuraih
    Yang ku banggakan dengan penuh kasih
    Kini ku tinggalkan untuk dapat bersanding dengan-Nya
    Namun,ego ini masih berdusta
    Bagai Guntur yang menggelegar menyengat, menyadarkan ku bahwa Dia tak dapat ku tipu
    Bagaimana aku bisa lupa, bahwa Dia yang menggenggam hatiku
    Pantas saja aku tak mampu mendustai-Nya
    Ah….Diri ini benar-benar bodoh, berharap Dia tak mengetahui segala tindak yang coba ku
    sembunyikan
    Tapi itu benar-benar hal yang mustahil bukan ?

    Aku yang selalu ingin bebas
    Terbang bersama burung dihamparan cakrawala
    Aku yang selalu terkekang akan segala larang yang diciptakan-Nya
    Memaki adalah caraku bertemu dengan-Nya
    Jadi hamba paling benar
    Aku sangar, dalam buruk sangka
    Ku tertawakan aturan, semua itu ku anggap bualan
    Ya… Aku hamba paling benar
    Memaki, mencaci, protes, buruk sangka
    Pada Dia yang selalu memberi cinta
    Jangan tanya sadar ku kemana
    Kau tau kan kehidupan remaja yang dibutakan dunia
    Hahahihi sana sini, senang berfoya-foya, terlena akan dunia fana
    Tak lupa terbuai akan indahnya asmara

    Ku abaikan segala larang yang mengekang
    Hingga kecewa hadir padaku, kau tau apa yang kulakukan
    Ya... Kutemui Dia Sang Pencipta, ku salahkan Dia atas segala lara yang kuterima
    Ah… Aku salah, harusnya aku bersyukur. Mungkin dengan hadirnya lara ini adalah teguran
    bagiku. Iya, agar aku dapat kembali pada Dia Sang Pencipta dan benar saja, Dia berhasil akan
    itu.

    Pada gelapnya malam ditengah sendu
    Di temani embun dikala beku
    Ku gelar sajadah biru
    Terisak tersedu-sedu, lantas terlintas memori kelam masa lalu
    Tentang salahku yang begitu dalam
    Ya… Salah ku yang melupakan-Nya ketika bahagia hadir padaku

    Salahku yang mengingat-Nya ketika sedih menghantuiku, bahkan makian pun tak lupa ku
    hadirkan untuk-Nya
    Begitu besar salahku, sampai aku tak tahu arti cinta yang Dia curahkan padaku
    Begitu tertutup hatiku untuk-Nya, iya tertutup akan segala perintah yang membuatku
    terkekang. Ah... Itu bukan kekangan, aku saja yang tak tau cara-Nya menjagaku dari
    kejamnya fitnah dunia.

    Maaf diri ini terlalu bodoh, tak tau arti setiap batasan yang Engkau ciptakan.
    Maaf karena diri ini selalu melanggar batasan itu, padahal aku tahu itu larangan Mu. Tapi,
    entah mengapa aku selalu mengingkarinya. Aku menyesal, tak mau menuruti segala perintah-
    Nya. Iya sesal yang begitu dalam.
    Mengapa aku tak faham akan balasan yang pasti diberikan. Balasan akan setiap perbuatan
    yang ku lakukan. Ah... Tidak justru aku bersyukur sebab Dia masih mau menyadarkan ku
    akan salah yang menyesatkan lewat lara yang kuterima.

    Ku lantukan melodi indah milik-Nya. Yang menyejukan jiwa dan raga. Lantas ku selipkan
    Do’a disetiap ayat berharap aku tak akan lagi mengecewakan-Nya, berharap Dia mau
    menerima ku kembali.

    Terimakasih pada Dia Sang Pencipta, yeng telah mau menemaniku, padahal diri ini telah
    ribuan kali mengecewakan-Nya.
    Terimakasih pada Dia Sang Maha Kasih, yang tetap memeluk kala perih, yang tetap setia
    kala aku pergi.
    Mungkin hanya ini yang dapat aku sampaikan. Iya, ini adalah caraku mengungkapkan cinta
    lewat surat berbait aksara untuk-Nya Sang Pencipta. Sekali lagi terimakasih sudah mau
    menemani serta menerimaku kembali.
    Semoga kelak aku dapat berjumpa dengan-Nya di syurga terindah milik-Nya.

    Tertanda,
    Dari hambamu yang penuh Dusta. 

     

    Siti Alfiyah_SMK Amal Bakti Lamsel

    21 comments:

    1. Uww masya allah ngena bangett🙀😍
      Baca awalnya aja udh Ngena sampe ke hati☺

      ReplyDelete
    2. Uww masya allah ngena bangett🙀😍
      Baca awalnya aja udh Ngena sampe ke hati☺

      ReplyDelete
    3. Masya Allah suka banget kata" nya😘☺

      ReplyDelete
    4. MasyaAllah, suka banget menyentuh hati setiap kata²nya 😍☺

      ReplyDelete
    5. Allah... Allah... Allah...

      ReplyDelete
    6. MasyaAllah, sukses selalu

      ReplyDelete
    7. Good poetry amazing i like your poetry, i hope you develop your talent to create more poetries, i like your poetry so much����

      ReplyDelete

    FORKAPMI