Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Friday, October 23, 2020

    Jatuh Pada-Mu Penuh Keluh Kesah


    Di bawah langitMu, 19 Oktober 2020


    Teruntuk
    Sang pencipta
    di Arasy-Nya yang tertinggi.


    Bismillahhirrahmannirrahim.
    Kuucapkan segala puji dan pujian hanya padaMu. Menghitung nikmatMu pun takkan
    sanggup walau seribu tahun. Namun sialnya Aku sulit untuk mensyukurinya. Jikalau memang
    ini akan sampai padaMu, maka kucurahkan seluruh rintih penyesalanku. Tentang bualan
    kesenanganku di pagi buta, dan cerita gaduhku di malam gelap.


    Aku punya mimpi, melambung indah bagaikan elang. Namun sayang, kini jatuh sedalam
    samudra. Dulu Aku bebas bagaikan angin semilir di akhir senja, berhembus menerbangkan
    apa yang Aku ingin. Lalu Engkau buatkan badai yang beralih menerpaku.


    Ya Allah, hidupku penuh duri runcing yang menancap. Diriku dulu melambung tinggi,
    namun kini tiba-tiba jatuh diterpa angin. Aku hidup bagaikan kapal tanpa awak. Aku terbang
    seperti burung yang lingung arah.


    Andai, kata jatuh hati pada takdir dariMu itu mudah. Andai, kata dekat pada Engkau itu tidak
    sukar. Maka, sudah berangan diriku di surga.


    Bangaimana cara ingin jatuh hati jika mendekat padaMu saja Aku merasa sulit?
    Takdir kehidupan yang Engkau berikan padaku bagaikan kuda yang patah kakinya, bagai
    kerikil sungai yang licin permukaannya. Jalanku terseok-seok.


    Sulit, teramat sulit.
    Aku sukar untuk berjalan mendekat padaMu. Maka lihatlah Aku, tengah merangkak di jalan
    yang jauh disana. Yang sedang diterpa badai untuk mendekat pada Sang pencipta. Yang
    sedang diguyur hujan untuk meminta kasihMu.


    Tangisku padaMu sudah seperti hujan malam di persimpangan jalan, yang mendesak para
    pengendara untuk berjalan di tengah guyuran tangis langit hari itu. Dadaku sesak memohon
    doa, terkadang Aku menangis, terkadang Aku pun tertawa ketika bercerita tentang lucunya
    kehidupan. Ketika senang diriku malah lupa padaMu, namun ketika sesak kusalahkan
    takdirku padaMu.

    Ya Allah, tengoklah Aku. Lampu hatiku sedang redup, temaram tanpa rembulan. Hari ini
    Aku terdiam, bukan takut karena kemarin atau pun besok, bukan pula karena angin semilir
    pagi ini. Tapi, karena curah hujan semalam.


    Aku hanyalah hambaMu yang penuh ego. Terkadang Aku berjalan sebagai seseorang yang
    paling beruntung. Lalu kembali tertidur seperti orang paling miskin yang kelaparan.
    Ya Allah, malam itu Aku bercerita padaMu, di pagi buta itu Aku memohon padaMu.


    Kusalahkan takdirku, kusalahkan hidupku. Seluruhnya Engkau yang memberikannya padaku,
    namun kusia-siakan dan Aku keluhkan dihadapanMu. Lantas, bagaimana Aku bisa jatuh hati
    padaMu? PemberianMu itu berputar dan menggulung bagaikankan ombak, terasa indah
    sekaligus menyakitkan.


    Kalau saja jatuh hati padaMu itu mudah, maka tak akan rontok daun jatiku, tak akan patah
    batang perduku, tak akan pula mengamuk badai di dalam jiwaku.
    Aku hanya bisa menangis karena takdir yang Engkau hadiahkan padaku. Sepanjang jalan
    hidupku, entah mengapa hanya ini yang Aku tangisi, hanya ini yang aku sesali. Aku tak tahu
    dimana akarnya, mungkinkah itu memang diriku yang menjadi penyebab seluruh
    penyesalanku?


    Malam ini, diriku yang tengah mengamuk berhenti bicara dengan orang-orang. Aku hanya
    ingin berbicara denganMu. Aku ini manusia yang tak mengerti apa-apa, hanya bisa meminta
    ini dan itu tanpa memikirkannya. Aku hampa oleh rasa, Aku penuh oleh kesah.
    Aku butuh jalan, butuh tuntunan yang pasti.
    Ya Allah, ajari Aku cara cinta padaMu, cara cinta pada pemberianMu, dan cara cinta akan
    takdirMu.

    Doa HambaMu 

     

    Diva Najwah Salsabila _SMPIT Daarul 'Ilmi Bandarlampung

    No comments:

    Post a Comment

    FORKAPMI