Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Saturday, October 24, 2020

    Keluh Kesahku KepadaMu Selama Aku Hidup 14 Tahun di Muka Bumi ini

     


    Keluh Kesahku KepadaMu Selama Aku Hidup 14 Tahun di Muka Bumi ini  

     

    Bismillahirrahmarirahim...

    Ya Allah... entah aku harus mulai dari mana untuk menulis surat ini. Surat dari seorang hamba yang telah Engkau ciptakan di muka bumi ini. Surat dari seorang hamba yang masih jarang bersyukur dengan apa yang Engkau berikan. Ya Allah semoga Engkau berkehendak membacanya ya Allah surat cinta yang kutunjukkan kepadaMu dengan berlinang air mata. 

     

    Ya Allah... sudah 14 tahun aku hidup di dunia ini. Begitu banyak coretan pena yang selalu ku tulis dalam buku harian ku baik coretan itu berupa keburukan ataupun kebaikan. Tentunya Engkau lebih tau bagaimananya diriku ini. Tentu malaikat di kanan dan kiriku tak pernah lengah mencatat segala perbuatanku yang tercatat rapih di buku amalku. 

     

    Ya Allah... terkadang aku merasa kau begitu menyayangiku bagaimana tidak, seburuk apapun perbuatanku tetapi Engkau tak pernah marah. Kau selalu bersabar menghadapiku. Dengan tatapan kasih sayang dan kelembutanMu Kau selalu penuhi semua permintaanku. Benar apa kata orang lain yang mengatakan bahwa kasih sayangMu melebihi kasih sayang seorang ibu walaupun satu juta lebih ibu di dunia ini tetapi kasih sayangMu melebihi murkaMu.

     

    Ya Allah... Maafkan aku jika aku sering berjalan di muka bumiMu dengan mata bisa melihat tetapi buta. Telinga bisa mendengar tetapi tuli. Mulut bisa berbicara tetapi bisu. Kaki bisa berjalan tetapi lumpuh. Dan terkadang aku sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya aku bodoh. Terkadang aku berjalan seperti mayat sombong, tertawa terbahak-bahak. Astagfirullah.

     

    Ya Allah... Maafkan aku jika masih sering mengeluh atas setiap takdir yang kau tetapkan. Kadang aku tak mampu membaca maksud yang tersirat atas setiap takdirMu. Aku suka merasa bahwa Kau tak memberikan yang aku pinta. Padahal seharusnya aku yakin, apapun yang kau berikan untukku, tak ada yang sia-sia sedikitpun. Tak mungkin kau mencelakai hambaMu, seharusnya aku selalu sadar akan hal itu.

     

    Ya Allah... Maafkan aku jika aku selalu jarang bersyukur apa yang selalu engkau berikan di hidupku ini. Sering kali kenikmatan yang kau berikan membutakan mata hatiku. Hingga tanpa sadar aku sering lupa untuk bersyukur kepadaMu. Padahal semua nikmatku adalah Pemberian dariMu dan aku pun tahu kau pernah berjanji, apabila aku bersyukur kepadaMu akan Kau tambah nikmat itu kepadaku. Tetapi keadaannya akupun sering tak bersyukur dan kufur atas setiap nikmat yang kau berikan untukku.

     

    Ya Allah... Engkau pun tahu masih sedikit sekali amal sholeh ku selama ini. Sudah sedikit amal sholeh itu pun kurang sempurna, terkadang masih aku nodai dengan niat - niatan duniawi yang terkadang tidak aku sadari. Terkadang ada rasa riya yang ingin dilihat oleh orang lain. Engkau pasti lebih tahu bisikan hatiku. Mungkin jika amal sholeh ku di kumpulkan itu tidak akan cukup untuk menutupi semua dosaku.

     

    Ya Allah... Berapa sering aku bertaubat, tetapi tanpa kusadari aku kembali ingkar kepadaMu. Betapa sering aku memohon ampun kepadaMu, tetapi setelah itu pun aku kembali mengotori hatiku. Lagi - lagi Engkau pun lebih tahu dari pada diriku sendiri. Bahkan tanpa sadar dosa - dosa yang aku lakukan dengan kebanggaan. Astagfirullahaladzim.

     

    Ya Allah... Aku tak tahu sampai kapan kau izinkan aku hidup di dunia ini. Semua adalah rahasiaMu. Tetapi ya Allah jika aku boleh memohon padaMu sekiranya Kau tetap menyayangiku hingga waktu kematian tiba. Mungkin sehabis menulis surat ini pun aku akan melakukan dosa kembali. Tetapi satu pinta ku kepadaMu ya Allah tolong jangan pernah meninggalkan aku sedikitpun walaupun aku sering pergi meninggalkanMu. Tegurlah aku dengan lembut ya Allah jika aku mulai menjauh dariMu. Bimbing aku di setiap bisikan hatiku, di setiap lisanku, di setiap langkahku agar selalu setia berada di dalam jalanmu.

     

    Ya Allah... Jangan kau panggil aku sebelum aku bisa membahagiakan dan membalas kebaikan kedua orang tuaku. Walaupun aku tahu apabila aku bisa memberi dunia dan seisinya kepada mereka, itupun tidak akan pernah sebanding dengan pengorbanan yang mereka berikan untukku. Tetapi jika Engkau berkehendak memanggil aku sebelum aku bisa membahagiakan keduaanya, maka aku titip kan mereka kepadaMu. Bahagiakan mereka ya Allah, dunia akhirat. Jadikan setiap kebaikan yang mereka lakukan untukku sebagai penghapus dosa - dosa mereka. Aku yakin Engkau lah sebaik - baiknya pemberi balasan.

     

    Ya Allah... Pinta ku yang terakhir, jikalau nanti saat itu tiba, saat dimana malaikat maut menjemputku, bimbinglah lisan hamba untuk hanya menyebut namaMu. Jangan biarkan aku menyebut kata selain namaMu. Matikan aku dengan khusnul khotimah ya Allah dan penuhi dadaku dengan rasa rindu untuk berjumpa denganMu dan kekasihMu. Tak ada yang lebih ku inginkan selain bisa menatap dan memelukMu kelak di surga.

     

    Terimalah semua doaku ya Allah, ampun segala dosaku kasihanilah aku dan sayangi aku hingga di hari aku menutup mata selamanya, kembali ke pelukanMu. Jika Kau tak mau menerima ku, kemana lagi aku harus kembali? Karena aku berasal dariMu dan kelak akan kembali kepadaMu.

     

     

    Sembah sujudku,

    Hamba yang penuh dosa. 



     Karya: AISHA LEICA PUTRI IBRONI dari SMP IT Permata Bunda Alawiyah

    14 comments:

    1. Masya Allah
      Lanjutkan dan terus berkarya
      💪😍

      ReplyDelete
    2. masya allah bagus kak.. lanjutkan 😍

      ReplyDelete
    3. Masya Alloh keren banget KK icha

      ReplyDelete
    4. masyaallah keren aisha,semangat terus ya!

      ReplyDelete
    5. Masya allah, keren kak caca. Menyentuh hati

      ReplyDelete
    6. karya yang dibuat secara tulus mengalir dari hati sang penulis akan juga bermuara ke hati para pembacanya. Kejujuran yang tertuang dalam tulisan ini tidak hanya mampu menggetarkan dinding nurani tetapi Inshaa Allah juga gemanya bisa menembus pintu langit. Tetap semangat berkarya dengan tulus dan jujur AISHA LEICA PUTRI IBRONI...

      ReplyDelete
    7. Waw keren sekali aku belajar banyak dari artikel ini, semangat terus Aisha..!!

      ReplyDelete

    FORKAPMI