Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Thursday, October 22, 2020

    Seutas Rindu Untuk Sang Kuasa


    Seutas Rindu Untuk Sang Kuasa


    Duhai Tuhanku, hamba-Mu ini tak pandai merangkai kata
    Tak pandai berujar hal manis walau sebait saja.
    Entah harus memulai dari mana aku menulis surat cintaku ini, surat dari seorang
    hamba yang begitu lemah dan hina, yang Engkau ciptakan untuk bumi-Mu yang
    indah dan menakjubkan.
     

    Seutas harapan muncul menghiasi surat ini, berharap rindu dan permohonan ini
    menjadi benar adanya. Padahal, hamba-Mu ini terlalu hina untuk menyampaikannya,
    yang tak tahu balas budi atas pemberian-Mu, yang
    Selalu merasa benar dengan keputusan yang diambilnya, yang selalu mengeluh
    tatkala Engkau memberinya ujian.
     

    Surat ini tertulis dengan tangan yang begitu kotor, dari makhluk yang selalu meragu
    atas kuasa-Mu, dari makhluk yang menangisi-Mu disetiap sholatnya, maka
    perkenankan lah aku menyampaikan surat cinta ini untuk-Mu, Tuhanku, Rabbku
    yang Maha Esa.
     

    Ya Allah,
    Sudah 17 tahun engkau hadirkan aku di bumi-Mu, dengan limpahan rahmat dan
    karunia yang tak kunjung habis, dengan segala cinta dan kebaikan yang Engkau
    berikan. Telah banyak aku menoreh cerita, telah banyak tinta yang ku tuliskan, entah
    itu kebaikan atau keburukan semua telah tercatat.Malaikat di kanan kiri ku tak
    pernah lengah untuk mencatat segalanya dan Engkau, Tuhanku lebih tahu diriku
    daripada diriku sendiri.
     

    Ya Allah,
    Hambamu ini benar-benar hina, tatkala diri ini seringkali merasa sangat disayangi,
    tatkala diri ini sering merasa paling baik diantara yang lain, padahal diri ini hanyalah
    hamba yang tak tahu diri, hanyalah hamba yang hanya bisa mengeluh, hamba yang
    tak pernah tahu berbalas budi. Tapi Engkau Tuhanku selalu menyayangiku,
    menatapku dengan penuh kelembutan dan penuh kasih sayang, seperti rasanya
    Engkau tak pernah sekalipun marah padaku. Engkau penuhi segala kebutuhanku dan
    Engkau penuhi segala permintaanku, benarlah tatkala aku mendengar sebuah sajak
    dari beberapa orang "kasih sayang dari Tuhanmu melebihi dari kemurkaannya,
    bahkan jikalau satu juta ibu dikumpulkan di bumi mu ini kasih sayang-Nya lebih dari
    pada itu."

    Ya Allah,
    Engkau Yang selalu membentangkan maaf untukku, maafkan aku
    Maafkan aku yang tak kunjung bersyukur dari hari kehari, maafkan aku yang tak
    kunjung bertaubat padahal dosa sudah menumpuk sejak dahulu. Seandainya Engkau
    tak sayang, mungkin dosa ini sudah berbalas namun Engkau yang pemaaf masih menunggu aku untuk meminta taubat-Mu.
     

    Ya Allah,
    Maafkan aku, maafkan aku....
    Maafkan aku yang berjalan dengan mata namun buta, yang mendengar dengan
    telinga namun tuli, yang berbicara dengan mulut namun bisu.
    Seandainya bumi bisa bicara, mungkin ia enggan untuk menerimaku, namun ia
    ciptaan-Mu yang taat, yang kau beritahu bahwa aku ditugaskan sebagai Khalifah,
    maka bumi bentangkan dataran dan lautan untukku namun aku tetap sama begini
    adanya, hina dan rendah.


    Ya Allah,
    Entah sudah berapa kali aku menipumu,
    Mengaku cinta dan rindu namun masih sering mengganti posisi-Mu,
    Mengaku salah dan memohon ampun namun masih sering berlaku seperti dahulu,
    Maafkan aku yang memberi-Mu cinta seperti gombalan semata tanpa ada rasa dan
    pembuktian.


    Ya Allah,
    Aku tak pernah tau, sampai kapan umur ini akan berlanjut, sampai kapan nafas ini
    akan berhembus, atau sampai kapan jantung ini akan terus berdetak. Malaikat yang
    selalu bersama-Mu pun tak pernah tau menahu kematian apalagi aku yang hanya
    hamba-Mu yang hina.


    Ya Allah,
    Masihkah Engkau izinkan diriku, untuk membaca seluruh kalam-Mu
    Masihkah Engkau izinkan diriku untuk melihat kuasa-Mu
    Masihkah Engkau izinkan diriku untuk merasakan kebaikan-Mu
    Sebelum malaikat kematian menjemputku di ujung gerbang kehidupan,
    Jikalau kematian memang menjemputku, izinkan aku untuk bertemu dengan-Mu dan
    mencium-Mu.


    Ya Allah,
    Untuk pertama kalinya aku menulis surat cinta untuk-Mu,
    Untuk menjemput keridhoan-Mu, untuk menjemput kasih cinta-Mu
    Sebelum aku tak lagi dapat berbuat apapun.
    Maafkan aku....
    Maafkan aku....Ya Rabbku Yaa Rahman Ya Rahiim....

     

    ATIQAH ROBBANIYAH_SMAIT INSAN ROBBANI

    43 comments:

    1. Masya Alloh... Barakallahu fiik :)

      ReplyDelete
    2. Masya Allah. Semoga Allah ijinkan kita termasuk hambaNya yang bersyukur, ya. Semoga Allah jaga terus kesungguhan kita untuk terus berbenah 👍
      Barokalloh Atiqoh !

      ReplyDelete
    3. Maasyaa Allah tabaarakallaah.. Berkaca-kaca dibuatnya..

      ReplyDelete
    4. Barokallah dek, semoga Allah memperkenankan qt bertetangga dijannahNya kelak, aamiin yaa Mujiibas saailiin 🤲🏻

      ReplyDelete
    5. Masyaallah��

      ReplyDelete
    6. MasyaAllah, sejatinya kita sllu merindu padaNya

      ReplyDelete
    7. Masyaallah,semoga kita senantiasa bertaubat dan bersyukur atas nikmat NYA. Barakalloh Atiqoh 🥰

      ReplyDelete
    8. Barakallah Atiqoh..sungguh menyentuh

      ReplyDelete
    9. Barakallahu atiqoh, tulisannya mnyentuh banget, semoga jadi yg terbaik yaa...

      ReplyDelete
    10. Bagus bangett... Barakalloh tiqoh ��

      ReplyDelete
    11. Barakallah Atiqoh... semoga kita selalu istiqomah di jalan Nya

      ReplyDelete
    12. Kerenn... Penuh makna ��

      ReplyDelete
    13. bagus banget kata" nya nyentuh hati

      ReplyDelete
    14. masyyaallah semangat ya semoga menang

      ReplyDelete
    15. semoga menang dan jangan lupa berdoa...

      ReplyDelete
    16. wah keren,semangat ya kak semoga menang

      ReplyDelete
    17. ntah saya harus gmna ini serius cerita yang saya baca kesentuh di hati bener rasa nya ingin nangis saya baca nya,semoga menang ya _atiqah []

      ReplyDelete
    18. BARAKALLAHU FIIK SEMOGA MENANG YA

      ReplyDelete
    19. masya allah ceritanya bagus bener mba semangat ya semoga menang

      ReplyDelete
    20. masyaallah semangat ya

      ReplyDelete
    21. tetap semangat dan terus berjuang

      ReplyDelete
    22. keep growing, never give up on existing trials. If you are successful, look back and always remember the people who support you

      ReplyDelete
    23. kuncinya adalah percaya diri dan terus berkarya.....

      ReplyDelete
    24. FAIZURRAHMAN AL MURSYIDOctober 24, 2020 at 8:19 PM

      BARAKALLAH MBA ATIQOH TERUS SEMANGAT SELALU ISTIQOMAH DALAM MENJALANKAN PERLOMBAAN INI INSYA ALLAH MENANG

      ReplyDelete
    25. wah bagus banget kesentuh hati semangat ya semoga menang :]

      ReplyDelete
    26. spirit, Sis Atiqah, never give up, keep on developing so you can make new ones again

      ReplyDelete

    FORKAPMI