Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Wednesday, October 21, 2020

    TIADA HARI TANPA HATI INI TAK BERGETAR (SEMAKIN MENCINTA)


    Bismillahirrohmanirrohim

    Dear Dzat Yang Maha Sempurna, Pencipta alam semesta beserta isinya. HambaMu yang sangat penuh dosa ini memberanikan diri dengan tangan yang sangat mungil ini. Izinkanlah aku menulis curahan hati, pikiran, penyesalan, rasa cinta dan rasa syukur dariku untukMu ya Allah.


    Entah harus bagaimana ku memulai kata demi kata dalam surat ini, diri ini pun bingung atas banyaknya curahan hati juga penyesalan yang saat ini, menit ini, detik ini terkumpul dalam hati serta seluruh pikiranku.


    Hamba benar-benar bersyukur ya Allah, Engkau masih memberi kesempatan pada hambamu yang dzolim ini untuk tetap menjalani kehidupan di muka bumi dengan segala nikmat serta berkah yang tidak sedikitpun berkurang atau pun hilang.


    Semakin berlalunya hari, jam, menit, dan detik, Engkau selalu menunjukkan tanda-tanda Kebesaran Mu terhadap hamba-hambaMu yang bahkan hanya seperti serpihan pasir ini.


    Memang saat ini seluruh bumi sedang diuji dengan dihadapkan oleh pandemi covid-19 yang semua hambaMu tak ada yang akan tahu kapankah masa sulit ini akan segera berakhir. Tetapi aku pun sadar seiring berjalannya waktu dan dengan kehidupan yang penuh kebiasaan baru, Engkau selalu menyisipkan hikmah yang amat sangat berharga untuk seluruh hambaMu. Engkau menyadarkan kami betapa pentingnya menjaga kebersihan, lebih menghargai nikmat sehat yang Engkau berikan, bekerja keras, memikirkan sesama tidak berperilaku semena-mena, dan hal lainnya yang tak akan bisa aku sebutkan satu persatu. Dari hal tersebut, aku benar-benar merasa bahwa betapa rendahnya diri ini, betapa tertinggalnya betapa banyak dosa yang diri ini lakukan. Namun hambamu Ini masih saja sering membuang waktu sia-sia, tidak tahu langkah yang akan diambil selanjutnya, juga masih berperilaku sesukanya.


    Semakin hari, Kau tunjukkan begitu dahsyatnya keagunganMu. KuasaMu yang hanya dengan kau berkata ‘Kun Fayakun’ maka apapun yang Engkau kehendaki akan terjadi. Semakin tua bumi ini ya Allah, dengan semakin banyak pula bencana-bencana yang terjadi entah itu banjir, gempa bumi, maupun tanah longsor. Ya Allah, mata hambaMu yang kecil ini menyaksikan semua hal itu, hati hambaMu ini bergetar setiap detiknya. HambaMu sadar bahwasannya kiamatMu akan segera tiba, dengan begitu banyaknya tanda-tanda yang sudah engkau tunjukkan. Deraian air mata menyelimuti, tetapi mengapa makhluk ini masih saja bersikap ingkar lagi padaMu ya Allah.


    Ya Allah... maafkan hambaMu ini yang belum mencintaiMu seperti Engkau mencintaiku.


    Ya Allah... maafkan hambaMu ini yang belum menyayangiMu seperti Engkau menyayangiku.


    Hambamu ini selalu mengeluh mengapa Engkau tidak mengabulkan keinginan dan doa yang kupanjatkan, tetapi aku salah benar-benar salah, Allah telah mengabulkan semua yang aku inginkan pada waktu yang tepat. Lagi dan lagi apa yang hambaMu lakukan, diri yang rendah  ini bukannya bersyukur tetapi memilih kufur. Astagfirullah


    Ya, di setiap sujudku dalam pecah tangis duka laraku, di setiap diri ini menyebut namanya dalam dzikir yang panjang, di setiap doaku yang mendayu-dayu, dan di setiap lantunan surat cintanya yang selalu menyejukkan hatiku. Ada guratan rasa malu atas semua dosaku, ada kebahagiaan yang tidak dapat dijelaskan dan ku ekspresikan dengan apapun, ada rasa cinta yang amat sangat dalam dan tak pernah padam.


    Ya Allah... maafkan aku yang baru menyadari engkau sangat mencintaiku.


    Engkau selalu menyayangiku, meskipun hambaMu ini selalu berperilaku buruk. Benarlah ungkapan ini bahwa kasih sayangMu terhadap makhluk ciptaanMu melebihi kasih sayang seorang ibu, walaupun ada satu juta ibu yang dikumpulkan di muka bumi ini. kasih sayangmu selalu mendahului murkaMu. Benarlah juga ungkapan ini bahwasannya kita harus mencintai apapun itu karena Allah SWT.


    Ya Allah... maafkan hambamu ini yang sering berjalan di muka bumi dengan mata melihat tetapi buta, mulut yang dapat berbicara tetapi bisu, telinga yang dapat mendengar tetapi tuli, kaki yang dapat berjalan tetapi lumpuh, merasa paling pintar tetapi nyatanya sungguh bodoh, serta merasa memiliki segalanya tetapi nyatanya tidak mempunyai apa-apa melainkan hanya rasa sombong dan ketidaktahuan apa sebenarnya tujuan hidup kita di muka bumi ini. Astagfirullah


    Ya Allah... maafkan hambaMu ini yang masih sering mengeluh atas setiap takdir yang sudah Engkau tetapkan untukku.


    Ya Allah... maafkan hambaMu ini yang selalu kurang bersyukur atas segala kenikmatan dan keberkahan yang Engkau berikan.


    Ya Allah... maafkan hambaMu ini atas segala dosa-dosa yang sangat tak terhingga yang telah kulakukan. Engkau pun lebih tahu akan keburukanku.


    Ya Allah... maafkan hamba yang tidak pernah sadar bahwa Engkau selalu berada di dekatku. Tetapi saat ini hamba pun merasa betapa dekatnya Engkau dengan seluruh makhluk  ciptaanMu, fakta bahwasannya aku selalu merasa damai dan tenteram jika membaca firman-firmanMu, fakta bahwasannya aku sangat kagum saat membaca 99 Asmaul HusnaMu. Masih sangat banyak bukti hal tersebut yang tak dapat kusebutkan satu persatu. Terimakasih ya Allah, walaupun ku tahu terimakasihku saja tidak akan pernah cukup untuk mewakili segala perasaanku sekarang ini.


    Ya Allah... hamba sungguh ingin berubah menjadi makhluk yang benar-benar berada di jalan-Mu. Tetapi engkau pun tahu betapa banyak bisikan-bisikan yang selalu mencoba untuk menggoyahkan langkahku. Maka dari itu hambaMu ini sangat memohon kepada Penciptanya, ya Allah tuntunlah langkah hamba di jalanMu, ingatkan hamba dengan tujuan awal hamba, serta kuatkanlah iman dan taqwa hamba untuk menghindari godaan-godaan tersebut.


    Dengan tangan mungil yang selalu gemetar ini, dengan deraian air mata yang terus menerus  mengalir dari mata hambaMu yang kecil ini dan menghiasi wajah hambaMu yang penuh dosa ini, serta dengan ketulusan hati hamba, melalui surat ini hambaMu ingin membalas surat cintaMu ya Allah.


    Ya Allah... Kau harus tahu bahwasannya tiada hari tanpa hati hambamu ini tak bergetar akan segala KeagunganMu, aku pun sadar bahwasannya semakin berjalannya hari semakin besar juga aku mencintaiMu


    Terimalah surat cintaku yang sangat sederhana ini ya Allah....

     

    Sembah sujudku

    hambaMu yang penuh dosa


    KARYA: CIKAL OKTADIANTI dari SMAN 5 BANDAR LAMPUNG

    11 comments:

    FORKAPMI