Medianya Generasi Muda | Dakwah Sekolah | Rohis

Forum Kerjasama Alumni Rohis Bandar Lampung

  • Featured Posts

    Thursday, October 22, 2020

    TINGGAL


    TINGGAL

     

    Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

     

    Izinkan hamba-Mu ini untuk menuliskan sedikit dari apa yang ia rasakan. Menulis surat sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk ku beri kepada-Mu. Tak apa, izinkan aku menuliskannya.

     

    Ini aku hamba-Mu, yang belum sempat untuk datang kepadamu menyampaikan keluh kesahnya secara langsung.Yang belum sempat untuk meminta, belum sempat untuk berharap dan berdoa, bahkan ikhtiar saja tidak ada.Ini aku hamba-Mu, yang mengklaim dirinya sedang tidak baik-baik saja, karena aku mulai terpengaruh oleh dunia.

     

    Aku tahu, Allah selalu memperhatikanku kan? Semua yang kulakukan, kurasakan, kualami, semuanya.Namun, anehnya, tidak ada satu pun yang kulakukan untuk-Mu.Tidak ada.Allah pasti sangat kecewa dengan hamba-Mu yang satu ini, padahal, tinggal sejenak dan berdoa hanyalah sekedar duduk dan berbicara, sesederhana itu, tetapi, begitu sulitnya untuk aku melakukan itu.Padahal, Engkau sudah memberi waktu luang yang begitu banyak untukku, tapi, sayangnya, hamba-Mu ini malah salah menggunakannya.

     

    Boleh aku cerita untuk ke sekian kalinya? Bolehkah aku cerita, karena sudah ku bilang, aku begitu lama tidak bercerita kepadamu kan? Bercerita tentang bagaimana aku sedang dalam titik terendahku, bercerita tentang aku, yang sedang melewati ujian yang Engkau beri.Bercerita tentang aku yang pernah berputus asa dari rahmat-Mu.

     

    Ini dimulai ketika aku kembali memikirkan sesuatu yang seharusnya tak ku pikirkan.Aku mulai berpikir, bahwa beberapa hari itu, semua yang kujalani berjalan buruk, dari sekolah, teman, dan diriku sendiri tentunya. Semuanya buruk, aku merasa hampa, merasa sendiri, hingga tak tau harus berbuat apa kala itu.

     

    Padahal, aku seharusnya semakin dekat kepadamu, seharusnya semakin terbuka hatiku, tapi, aku malah menjauh darimu.Aku makin terikat dengan dunia, sulit untuk melepaskannya, dunia mengubahku begitu saja.Membuatku mulai menyalahkan-Mu atas segala yang aku alami, berkata yang seharusnya tidak aku katakan.Aku berprasangka buruk pada-Mu.Aku benar-benar marah pada-Mu, padahal harusnya Engkau yang marah kepadaku.

     

    Aku selalu berkata bahwa Allah tak pernah mengabulkan permintaanku, padahal, aku sendiri saja sebenarnya tak pernah benar-benar meminta langsung kepada-Mu, tak pernah membujuk-Mu untuk membantuku membuat keadaan menjadi baik-baik saja.

     

    Hingga akhirnya, hidayah itu datang, ku pikir itu memang khusus dari-Mu untukku kan? Sebuah kutipan dari Twitter yang muncul saat aku sedang berselancar di media sosial itu.Katanya, "Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba apabila Allah menjadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat."Sejenak terpikir rasa takut, rasa takut untuk ditinggalkan, karena kala itu, aku merasa semua yang kulakukan sejauh ini, bukanlah sesuatu tentang-Mu.

     

    Aku tahu, Allah pasti tidak akan semudah itu meninggalkan hamba-Nya, tetapi, setidaknya, itu membuatku sadar, membuatku mulai mengingat-Mu kembali.

     

    Aku mulai berpikir, apakah aku bisa juga ditinggalkan oleh-Mu? Ah, rasanya mustahil untukku bisa hidup tanpa bimbingan-Mu. Tetapi, nyatanya aku sering sekali menghabiskan waktu bukan untuk-Mu, bukan untuk menyembah-Mu, semua yang kulakukan hanya perbuatan yang sia-sia.Aku bertanya-tanya pada diriku, apakah aku yang sebenarnya meninggalkan-Mu selama ini?

     

    Engkau tak pernah pergi, tetapi, aku sendirilah yang tak pernah datang, untuk tinggal.Aku yang tak pernah mau tinggal, padahal hanya sebentar saja waktu yang Engkau inginkan untuk aku tinggal, tetapi, tak pernah sedetik pun aku ingin tinggal.Aku yang selalu bilang bahwa kamu yang tak pernah ada di sampingku, padahal, aku yang tak pernah ada untukmu.

     

    Aku mulai sadar, hatiku yang ku bilang terasa hampa, itu karena tak terisi oleh-Mu ya Allah.Kekhawatiranku terhadap dunia, karena aku tak pernah memikirikanmu.Maafuntuk segala prasangka buruk ku pada-Mu.Aku benar-benar merasa bersalah karena tak pernah tinggal.Maafkan aku.Allah pasti memperhatikanku, berharap ada waktu sejenak untuk aku memikirkanmu. Bersyukur atas apa yang aku lalui, meminta saran atas masalahku, bukan malah memaki dan berprasangka buruk seperti itu. Allah pasti berharap aku tinggal sejenak, memikirkanmu, memikirkan apa yang sudah aku lakukan untukmu itu cukup atau tidak, memikirkan hikmah yang dapat kuambil dari ujian-Mu. Harusnya, aku begitu.

     

    Dan setelah kejadian itu, sekarang, aku mulai berusaha untuk tinggal, untuk setidaknya sejenak memikirkan tentang-Mu, sejenak bercerita padamu.Aku tahu,Allah adalah pendengar yang baik dan pemberi solusi yang paling benar.Izinkan hamba-Mu yang mengabaikan-Mu selama ini, untuk tinggal.Izinkan aku, untuk mengisi hatiku dengan iman serta dengan-Mu ya Allah.

     

    Biarkan aku tinggal sejenak, melakukan sesuatu untuk-Mu, biarkan aku membujuk-Mu agar Engkau bisa memberiku yang terbaik. Ah, tidak.Aku tau kamu pasti akan memberikan yang terbaik untukku, bahkan lebih baik dari yang kuminta.

     

    Sekian surat sederhanaku, surat pengungkapan isi hatiku untuk-Mu, yang kutuliskan kata demi katanya dengan sebaik-baiknya. Yang berisikan tentang aku yang tak pernah tinggal untuk-Mu. Mungkin, ini bukan surat yang sempurna, tapi, aku tahu, Allah mengetahui apa maksudku.

     

    Nabila Ayu Lestari_SMPN 10 Bandar Lampung

    19 comments:

    1. semangat nabbbb ! karyamu bagussss 💓💓💓

      ReplyDelete
    2. semoga menang bil😤😍😍!!!

      ReplyDelete
    3. Semangat nabila...��

      ReplyDelete
    4. Bagusss nabb,semangattt yaaa,lanjutkan nab����

      ReplyDelete
    5. Baguss nab,lanjutkan nab semangat ya❤❤

      ReplyDelete
    6. Wuihh temen gua nih, bagusss nab bangga gua ahahaha

      ReplyDelete
    7. Semangat bil bil 😍❤ wish you luck

      ReplyDelete
    8. semoga menang nabilaa 🙆🏻‍♀️❤️

      ReplyDelete
    9. Baguus kak nabilaaa����

      ReplyDelete
    10. masyaallah,, menyentuh sekali artikelnya. semangat terus teman ku nabilaa!!

      ReplyDelete
    11. Subhanallah baguus karya mu nak, semoga berkah ya ilmu nya��

      ReplyDelete
    12. Semangat ya kak nab, semoga menang kak

      ReplyDelete
    13. Semangat nabilaaa ayu, keren bangett ❤️

      ReplyDelete
    14. baguss, semoga menang ya nabb aamiin ❤️

      ReplyDelete

    FORKAPMI